Teknologi Pupuk Mikroba Multiguba Untuk Produktivitas Lahan Rawa Lebak
JAKARTA - Lahan rawa lebak tergolong lahan suboptimal yang belum mendapat perhatian serius dalam upaya peningkatan produktivitasnya. Padahal, dengan penyebarannya yang cukup luas di Indonesia, yaitu 13,4 juta hektar, rawa lebak berpotensi dimanfaatkan sebagai media budidaya tanaman pangan.
Solusi paling rasional untuk meningkatkan produksi tanaman pangan di lahan suboptimal adalah melalui pengembangan teknologi peningkatan nutrisi yang dibutuhkan tanaman.
Upaya peningkatan produktivitas lahan rawa lebak diantaranya dengan pemanfataan mikroba indigen di dalam tanah dan jaringan tanaman.
Penelitian pupuk mikroba multiguna yang efektif meningkatkan produktivitas lahan lebak dan berdaya saing di pasaran dilakukan dengan didanai oleh Insentif SINas tahun 2012 (RT-2012-423) yang akan dilanjutkan hingga 2014.
Penyediaan pupuk hayati yang berasal dari mikroba indigen diawali dengan eksplorasi, isolasi, seleksi, dan pengujian kemampuannya dalam meningkatkan produki tanaman di tanah lebak yang diaplikasikan dengan pupuk mikroba tersebut.
Tim peneliti dari Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya yang terdiri dari Nuni Gofar, Hary Widjajanti, Ni Luh Putu Sri Ratmini menjelaskan, mikroba yang efektif meningkatkan hasil tanaman pangan (padi dan jagung) nantinya akan dikemas dengan bahan pembawa kompos yang juga bermanfaat sebagai pembenah tanah.











0 komentar:
Posting Komentar