Gratis, Tutorial Mengaji Dari UNY


Tim pembuat media tutorial membaca Alquran dari UNY. (Foto: dok. UNY)

JAKARTA - Meski mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, kemampuan membaca kitab suci Alquran di antara kaum Muslim masih rendah. Padahal, berbagai metode belajar membaca Alquran telah dikembangkan banyak pihak, mulai dari yang berakar dari pendidikan tradisional, hingga metode kilat mahir membaca Alquran. 

Perkembangan software pembelajaran membaca Alquran juga tidak jauh berbeda, pesat seiring pergerakan zaman. Salah satu partisipan dalam era software pembelajaran Alquran adalah tim kecil dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Tim yang digawangi oleh Alim Citra Aria Bima, Yusron Mubarok, dan Yetty Isna Wahyuseptiana ini mengusung penelitian bertajuk "Ngaji Yuk: Upaya Meningkatkan Kualitas Umat Muslim Indonesia Melalui Media Pembelajaran Tutorial Mengaji". 

Yusron bertutur, kelahiran judul tersebut dilatarbelakangi oleh masih minimnya kemampuan membaca Alquran yang dimiliki kaum muslim di Tanah Air, padahal Alquran merupakan kitab suci umat Islam. Timnya pun mengembangkan media pembelajaran tutorial mengaji menggunakan Macromedia Flash. 

"Program macromedia flash kami pilih karena mempunyai kemampuan yang lebih unggul dibanding software lain dalam menampilkan multimedia, gabungan grafis, animasi, suara serta interaktivitas user," kata Yusron, mahasiswa program studi (prodi) Pendidikan Teknik Otomotif UNY, seperti  dikutip dari laman UNY, Selasa (28/8/2012). 

Keunggulan itu pulalah yang mengantarkan materi tutorial buatan tim unit kegiatan mahasiswa (UKM) Penelitian UNY ini menyabet gelar juara pertama dalam Lomba Karya Tulis Al Qur'an tingkat nasional besutran Jama’ah Masjid Manarul Ilmi, Jamaah Kerohanian Islam Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, belum lama ini. 

Menurut Alim, timnya menampilkan hal berbeda dalam lomba tersebut yakni dengan membidik peningkatan kualitas generasi qur’ani dengan dengan membuat media untuk membantu membaca Alquran. "Oleh juri, hal ini diapresiasi positif dan kami pun diberi masukan untuk pengembangan software yang dibagikan gratis pada masyarakat ini," ujar Alim. 

Mahasiswa prodi Pendidikan Teknik Informatika ini memaparkan, tim lain pada umumnya mengupas tema tafsir Alquran yang lebih mendalam. Misalnya,  ada tim membahas manfaat sujud dalam salat yang dapat meredam emosi karena ada proses pelepasan elektron negatif. Tim lainnya, kata Alim, mengupas tuntas perihal menyusui anak selama dua tahun.

Yetty berujar, Lomba Karya Tulis Al Qur’an tingkat nasional ini mengusung tema "Alquran dan Teknologi sebagai Solusi Permasalahan Umat". Menurut mahasiswi prodi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Fakultas Ilmu pendidikan (FIP) UNY tersebut, lomba itu dihelat karena dilatarbelakangi keinginan untuk mendekatkan Alquran kepada manusia. 

"Pada dasarnya Alquran tidak terpisah dengan sains dan teknologi, sehingga upaya memahami Alquran dapat meningkatkan ilmu dan pemahaman mengenai makna dari setiap ayat di Alquran dan menumbuhkan semangat untuk mengamalkan kandungan kitab suci ini," imbuhnya.
Read More..

posted under | 0 Comments

Trik Sulap Kamar Jadi Keren


Image: flickr


SIAPA yang enggak menginginkan kamar yang keren dan terlihat bagus? Kamar jenis ini akan membuat orang yang melihatnya terkagum-kagum begitu melangkahkan kaki ke dalamnya. 

Jika kebanyakan kamar perempuan dihiasi berbagai pernik khas cewek seperti warna-warna centil, pita, poster idola, atau berbagai pajangan manis, maka kamar cowok identik dengan suasana berantakan dan bau karena tidak dibersihkan. Padahal, ada beberapa trik yang bisa diaplikasikan untuk menciptakan kamar cowok terlihat keren.  

Koleksi 

Koleksi apa pun akan selalu terlihat bagus. Pajang koleksi yang kita miliki dengan pengaturan yang nyeni. 

Jika kita memiliki koleksi topi, gantungkan mereka pada paku-paku yang kita atur sedemikian rupa di dinding. Kita juga bisa mengoleksi berbagai rekaman musik jaman dulu (jadul), karya seni, sepatu, atau model pesawat dan mobil. 

Olahraga 

Kebanyakan cowok menggemari olahraga. Jangan takut untuk menunjukkan kesenangan pada olahraga tertentu dengan menjadikannya dekorasi kamar. Memorabilia olahraga akan tampak bagus karena ia tidak hanya menunjukkan kebanggaan dan loyalitas, tetapi juga menambahkan sentuhan personal pada kamar kita. 

Tergantung bujet yang ada, banyak hal tentang olahraga ini yang bisa kita beli, seperti poster atlet idola dan klub olahraga kesayangan, topi, jaket dan jersey tim, sarung tangan, helm, pemukul baseball, atau bola. Kita juga bisa "memamerkan" merchandise yang ditandatangani oleh para atlet, item ini tentu akan "mendongkrak" dekorasi kamar. 

Botol 

Punya koleksi botol minuman yang sama bentuknya? Beri sentuhan "keren" pada botol-botol kosong itu dengan mengisinya dengan air, kemudian beri berbagai pewarna berhighlight berbeda di tiap botol dan kocok agar merata. Diamkan selama sekira seminggu. Dalam kegelapan, air di dalam botol akan berwarna dan membuat kamar kita menjadi lebih "cool". 

Lampu 

Mengutak-atik tata cahaya juga bisa menjadi pekerjaan yang mengasyikkan. Kita bisa memanfaatkan berbagai bola lampu LED yang dipasang dengan berbagai pola unik di dinding. Jangan lupakan untuk mendekorasi langit-langit. 

Tentu saja, imajinasi dapat memberi sentuhan unik pada setiap kamar. Jadi, jangan takut untuk bereksperimen dan mencoba berbagai hal berbeda. Selamat bersenang-senang!
Read More..

posted under | 0 Comments

Sendok Khusus Penderita Cerebral Palsy


Sri Hartini dan sendok khusus penderita cerebral palsy buatannya. (Foto: dok. UGM)

JAKARTA - Cerebral Palsy (CP) adalah sebuah penyakit yang masih belum diketahui persis penyebabnya. Anak-anak yang terjangkit penyakit tersebut memiliki kelainan pada fungsi otak, laju belajar, serta gangguan panca indera lainnya. Hal ini membuat si penderita kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk dalam urusan makan.

Kekakuan jari tangan menyebabkan para penderita CP kesulitan untuk menggenggam dan memegang sendok ketika makan. Kondisi ini bisa diatasi dengan sendok khusus buatan Sri Hartini, S.Kep., Ns., M.Kes. Bersama timnya, dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gadjah Mada (UGM) itu merancang sendok dengan derajat kelengkungan yang berbeda dari sendok biasa dan dilengkapi dengan palang penahan. 

"Pengukuran terhadap 51 anak CP menunjukkan jarak antara jari sampa mulut para penderita CP berkisar antara 0-11 cm. Dengan jarak itu, dihasilkan sudut pada siku dalam antara 45 sampai 90 derajat. Pengukuran berikutnya menghasilkan angka kelengkungan antara tangkai sendok dan kepala sendok yang sesuai adalah 135 derajat," papar Hartini, seperti dinukil dari laman UGM, Selasa (28/8/2012).

Sementara itu, kata Hartini, sendok ini juga dilengkapi dengan palang penahan yang berfungsi menahan jari penderita CP dalam memegang sendok. "Sendok menggunakan bahan kayu sonokeling yang tahan lama, ringan, dan tentunya tidak mengandung zat-zat kimia yang berbahaya," ungkap Hartini.

Hartini telah mendaftarkan klaim paten atas temuan sendok khusus penderita CP ini. Diharapkan, sendok khusus ini dapat mengatasi masalah kesulitan penderita CP dalam menggunakan sendok.

"Karena berdasarkan survei di lapangan, ditemukan 30 persen penderita CP kesulitan, bahkan tidak bisa, menggunakan sendok yang biasa beredar di pasaran," pungkasnya.
Read More..

posted under | 0 Comments

Ribuan Maba UI Ikuti Ospek


Ilustrasi: ist.

DEPOK – Sebanyak 4.000 mahasiswa baru (maba) Universitas Indonesia (UI) mengikuti kegiatan orientasi studi dan perkenalan kampus (ospek) bertajuk Orientasi Kehidupan Kampus (OKK), di Balairung UI, Depok. Dalam kegiatan tersebut, para maba UI mendapat arahan dari para tokoh di berbagai bidang, khususnya menyikapi permasalahan bangsa Indonesia.

"Tokoh yang hadir antara lain dari birokrasi pemerintahan, Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan, budayawan Suyadi atau yang dikenal sebagai Pak Raden, entrepreneur Elang Gumilang, dan politikus Fadly Zon. Kali ini, peserta OKK merupakan mahasiswa program S-1 reguler dari 15 fakultas," ujar Ketua Penyelenggara OKK UI 2012, Cendy Adam, di kampus UI, Depok, Selasa (28/8/2012).

Sebelumnya, OKK juga digelar pada 11 dan 12 Agustus lalu dan diikuti mahasiswa program vokasi dan pararel. "Peserta maba dari program vokasi dan pararel yang ikut OKK ada 3.000 orang. Jadi ada sekira 7.000 maba UI yang mengikuti kegiatan ini," katanya.

Dari ribuan maba tersebut, terdapat dua mahasiswa dengan kebutuhan khusus. Satu maba penyandang tuna daksa dan yang lainnya tuna netra.  "Dalam kegiatan ini, mereka mendapat pelayanan khusus. Misalnya saat registrasi mengikuti OKK, ada jalur khususnya," ujar Manajer Kesehatan OKK UI 2012, Septi Reskia. 

Sementara itu, Ketua Iluni Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) UI Fadly Zon mengaku, ke depan akan mempertimbangkan untuk memberlakukan tes urin dan narkoba bagi mahasiswa UI. Mneurut Fadly, narkoba harus diantisipasi sejak dini dan bisa dimulai dari kampus.

"Baik juga saran yang mengharuskan mahasiswa UI menjalani tes urin, untuk mencegah peredaran dan penggunaan narkoba di lingkungan kampus. Apalagi ada juga kasus pengedar narkoba ditangkap polisi sampai dekat di kampus UI, ini akan kami pertimbangkan," tutupnya.
Read More..

posted under | 0 Comments

Ilmu Pengetahuan Naikkan Derajat Bangsa



JAKARTA - Perkembangan ilmu pengetahuan sejatinya memengaruhi kenaikan derajat bangsa di mata dunia. Hal ini pulalah yang ditemukan dalam jejak pendidikan dan ilmu pengetahuan di Tanah Air. 

Dalam orasi ilmiah bertajuk "Pendidikan dan Perkembangan Ilmu di Indonesia", guru besar FMIPA UI Prof. Dr. Soekarja Somadikarta mengungkap sejumlah fakta peningkatan kualitas pendidikan maupun ilmu pengetahuan telah mampu meningkatkan derajat Indonesia di kancah internasional. Fakta ini, kata dia, patut diberi penghargaan tersendiri. 

Pakar dunia perburungan (ornitologi) tersebut juga memaparkan, lebih dari 12 jenis burung Indonesia dijadikan sebagai corak relief di beberapa candi di Pulau Jawa. Bahkan, relief burung cenderawasih, jika benar, juga terlihat di Museum of Fine Arts, Boston, AS. 

"Di museum ini ada gambar burung endemik Sulawesi tersebut. Selain itu, ditemukan juga Burung Pinka (Pinka Niao) yang dibawa sebagai hadiah dari Ka-ling (Pulau Jawa) ke daratan Tiongkok untuk Kaisar China. Diduga, kemungkinan besar burung Pinka tersebut adalah burung Cenderawasih Indonesia," ungkap Prof. Soemar, di Auditorium Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jakarta Selatan, Selasa (28/8/2012).

Mantan Dekan FMIPA UI periode 1981-1984 ini juga bercerita tentang pembajakan georgeus everhardus rumphius dijadikan dasar oleh Francois Valentijn untuk menulis bab tentang burung dalam bukunya Oud- en Nieuw Oost-Indien.

"Di halaman 229, dalam buku Valentijn Oud- en Niew Oost-Indien yang terbit pada 1726 itu Valentijn berkata bahwa bahwa dia pernah merasakan daging burung Kasuari pada 1668. Padahal, Valentijn baru lahir pada 17 April 1666, dan sampai 1685 pun Valentijn belum ada dikawasan Hindia Timur," paparnya.

Di akhir orasinya, ilmuwan sekaligus akademisi ini memaparkan alasan mengapa para ilmuwan Indonesia tidak pernah terdengar dalam percaturan ilmu pengetahuan dunia.  "Saya selalu menjawabnya karena pendidikan di zaman kolonial tidak memberikan kesempatan yang luas kepada kita untuk melakukan hal itu," pungkasnya.

Prof. Soemar memaparkan orasi ilmiah dalam Memorial Lecture, sebagai bagian dari rangkaian acara peringatan ulang tahun LIPI yang jatuh pada 23 Agustus lalu. Dalam kesempatan itu, LIPI juga memberikan Sarwono Award kepada Prof. Soemar atas kiprahnya dalam ornitologi atau taksonomi burung di Tanah Air. Perayaan ulang tahun LIPI ke-45 tahun ini mengusung tema "Ilmu Pengetahuan Naikan Derajat Bangsa".
Read More..

posted under | 0 Comments

Gubes FMIPA UI Raih Penghargaan Dari LIPI


LIPI menganugerahkan Sarwono Award kepada guru besar FMIPA UI, Soekarja Soemadikarta. (Foto: Margaret P/Okezone)

JAKARTA - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menganugerahkan penghargaan Sarwono Award kepada ilmuwan dan akademisi, Soekarja Soemadikarta. Penyerahan penghargaan ini dilakukan bertepatan dengan perayaan ulang tahun LIPI ke-45 yang jatuh pada 23 Agustus lalu.

Kepala LIPI Lukman Hakim mengungkap, penghargaan Sarwono Prawirohardjo yang ada sejak 2002 itu merupakan bentuk penghormatan tertinggi terhadap jasa-jasa Sarwono selaku Bapak LIPI dan pimpinan pertama LIPI. "Kegiatan ini bertujuan mengembangkan tradisi keilmuan di Indonesia, serta keteladanan dan dedikasi beliau dalam memimpin LIPI sehingga sampai pada bentuknya seperti sekarang," papar Lukman di Auditorium LIPI, Jakarta Selatan, Selasa (28/8/2012).

Lukman menyebut, penilaian dalam penentuan penerima penghargaan Sarwono Prawirohardjo ini melihat karakter keilmuan dan semangat keilmuan para peneliti tetap up to date. Namun, lanjutnya, harus memiliki kesinambungan dari tahun-tahun sebelumnya.

"Kami memahami bahwa ilmu pengetahuan bersifat dinamis, berubah, dan berkembang dari waktu ke waktu. Baik untuk memenuhi tuntutan zaman maupun sebagai luapan energi dan kreativitas jiwa-jiwa yang tidak pernah berhenti berpikir dan berkreasi," ungkap Lukman,

Oleh karena itu, komisi penilai yang telah melakukan penilaian sepanjang awal tahun dan melalui tahapan yang cukup panjang, memilih Direktur Museum Zoologicum Bogoriense LIPI tersebut layak untuk menerima penghargaan Sarwono Prawirohardjo ke-11. Penghargaan diberikan kepada Soekarja karena komisi penilaian LIPI melihat jasa dan prestasi gemilangnya di bidang ornitologi atau taksonomi burung yang sulit digantikan.

"Kepakaran dan karya-karya beliau dalam bidang ornitologi telah diakui dunia. Beliau adalah peletak dasar ornitologi di Indonesia dan telah menggeluti bidang tersebut selama lebih dari 40 tahun," tutur Lukman.

Dia menilai, kepakaran mantan Dekan FMIPA Universitas Indonesia (UI) tersebut sangat dibutuhkan oleh Indonesia yang merupakan salah satu pusat mega-biodiversity, di mana ribuan jenis burung hidup dan berkembang. "Dalam kiprahnya sebagai seorang akademisi dan pendidik, beliau selalu menekankan pada generasi muda tentang pentingnya memiliki kebanggaan dalam meneliti kekayaan di Tanah Air serta menjunjung tinggi kebenaran, kejujuran, dan keadilan dalam setiap langkah yang dijalani," tandasnya.

Selain penganugerahaan penghargaan Sarwono Prawirohardjo juga digelar Memorial Lecture yang dibawakan oleh Soekarja Somadikarta dengan judul makalah "Pendidikan dan Perkembangan Ilmu di Indonesia".
Read More..

posted under | 0 Comments

Universitas Brawijaya Ajukan 15 Prodi Baru


Image: Corbis

MALANG - Universitas Brawijaya (UB), Malang, mengajukan 15 program studi (prodi) baru pada tahun ini untuk jenjang Strata 1 (S-1) dan Strata 2 (S-2). Pengajuan prodi baru ini sudah dilakukan beberapa waktu lalu dan kini menunggu keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) apakah semua jurusan baru itu disetujui atau tidak.

Rektor UB Yogi Sugito berkata, di antara prodi baru yang diajukan adalah prodi penanggulangan bencana untuk S-2, dan Ilmu Administrasi Pemerintah untuk S-1. "Pengajuan prodi baru ini memang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," ujar Yogi, Selasa (28/8/2012).

Selain mengajukan 15 prodi baru, UB juga siap merampingkan beberapa prodi sejenis dan menghapus beberapa prodi yang sudah tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan zaman. Yogi mencontohkan, Fakultas Pertanian sudah menghapus tiga prodi dari lima program studi yang ada. Fakultas Peternakan juga menghapus tiga prodi dari empat prodi yang ada

"Sementara itu, di Fakultas Perikanan ada beberapa prodi yang mirip sehingga nantinya digabung atau dihapus salah satunya," tuturnya.
Read More..

posted under | 0 Comments
Postingan Lama

Followers

    Advertise


Recent Comments