Phillips Sapa Masyarakat Lewat Lampu LED
JAKARTA - Phillips berupaya untuk memasyarakatkan lampu LED sebagai solusi terang yang lebih hemat energi ketimbang lampu konvensional. Lampu LED diklaim lebih ramah lingkungan dan hemat energi karena perbedaan pada caranya menghasilkan cahaya.
Senior Marketing Manager Philips Lighting Commercial Ryan Tirta Yudhistira menerangkan, lampu konvensional bisa bercahaya melalui proses pembakaran gas di dalam bola lampu, sedangkan LED berbeda.
"LED menyala karena perpindahan elektron. Bukan karena ada sesuatu yang dibakar. Kalau lampu biasa, yang dibakar itu gas," jelasnya di Jakarta, Rabu (1/8/2012).
Menurutnya, perbedaan pada proses tersebut membuat LED tidak mengandung gas serupa dengan lampu konvensional, sehingga lebih ramah lingkungan. Selain itu, proses ini juga berperan membuat lampu lebih tahan lama.
Meningkatkan Kesadaran
Agar lampu berteknologi LED makin akrab dengan masyarakat, Philips mengupayakan beberapa strategi untuk memikat dan meningkatkan kesadaran mengenai kelebihan lampu LED. Beberapa di antaranya adalah dalam hal harga, langsung menjangkau konsumen dan inovasi.
Menurut Ryan, LED telah menguasai sebagian besar pasar dan harganya pun jauh lebih mahal sekira USD30 per lampu. "70 persen pasar di negara maju itu LED. Kalau di Indonesia masih kecil," jelasnya.
"Ketika pertama masuk, peningkatan per tahunnya makin besar. Di Indonesia masih kecil, tapi saya yakin ke depan akan semakin besar," imbuhnya.
Di Indonesia, Philips mengeluarkan lampu LED My Vision yang terdiri dari 6 watt dan 9 watt. Harga banderol termurahnya adalah 6 watt untuk Rp 90 ribu. Harga ini lebih murah ketimbang tahun lalu yang bisa mencapai sekira Rp 190 ribu per unit. Menurutnya, harga tesebut merupakan salah satu cara untuk mengenalkan lampu ke masyarakat
"Kalau di luar harga LED sudah USD30 dolar. mereka mau beli karena awareness-nya sudah tinggi. Kalau untuk Indonesia memang harganya mesti lebih murah," kata Ryan.
Program global Philips yaitu Kota Terang Hemat Energi baru-baru ini menyambangi Monumen Nasional. Program yang bertujuan mempercantik kota di dunia dengan LED ini sudah menerangi Gereja Katedral, Jembatan Suramadu dan Masjid Istiqlal.
Sementara itu di monas, Phillips menggunakan lampu LED Color Rich sejumlah 25 buah dengan berat masing-masing 7 kg untuk menyinari Monumen Nasional setinggi 300 meter. Satu lampu tersebut memiliki terang senilai 250 watt. Menurut Ryan, ini lebih rendah ketimbang menggunakan lampu konvensional yang akan memerlukan minimal 10 ribu watt.










