Gelontorkan Snapdragon S4, Qualcomm Tunggu LTE
JAKARTA - Penerapan teknologi LTE (Long Term Evolution) di Indonesia bukan hanya menyedot perhatian pemerintah dan operator telekomunikasi. Qualcomm sebagai perusahaan teknologi wireless pun memberikan perhatian khusus terhadap LTE.
Jika di negara lain, seperti Amerika Serikat dan Hong Kong, teknologi LTE telah dinikmati konsumen, tapi tidak begitu untuk Indonesia. Bahkan, frekuensi LTE pun belum ditentukan, meski sejumlah pilihan frekuensi telah ada.
Karena itu, Qualcomm sebagai perusahaan yang memproduksi chipset belum bisa meluncurkan Snapdragon S4 untuk perangkat LTE di Indonesia.
"Untuk chipset (Snapdragon) S1 hingga S3 itu telah ada di banyak device di Indonesia. Tapi, untuk (Snapdragon) S4 kami belum bisa hadirkan di sini, karena masih menunggu pemerintah (Indonesia) mengembangkan LTE dulu," tutur Benhard Siagian, Country Manager Qualcomm Indonesia di sela-sela acara perkenalan prosesor Snapdragon S4 di Jakarta, Rabu (1/8/2012) malam.
Snapdragon S4, kata Benhard, memang difokuskan untuk perangkat yang mendukung teknologi LTE. Sehingga menurutnya, ekosistem LTE harus dibangun terlebih dahulu.
"Dengan begitu, ekosistem yang ada bisa digunakan untuk memberikan advice bagi mobile carrier. Karena kalau tidak ada network LTE, kenapa harus supply device LTE?," jelasnya.
Qualcomm, jelas Bendhard, selalu melihat tren chipset dua tahun ke depan. "Ada fitur-fitur yang jauh lebih ke depan dan dengan kemampuan teknologi yang lebih baik," katanya.
Snapdragon yang memang difokuskan untuk perangkat mobile LTE ini menawarkan beberapa fitur, seperti bisa merekam video 1080p HD dan mendapatkan hasil foto layaknya profesional, bermain game 2D dan 3D dengan grafis yang baik, berbagi konten atau data dengan cepat, dan berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya tanpa henti.










