Baru Dilantik, Pjs Rektor UI Ajak Dialog BEM
JAKARTA - Hal pertama yang dilakukan Djoko Santoso usai dilantik sebagai pejabat sementara (Pjs) rektor Universitas Indonesia (UI) adalah membuka dialog dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI. Bahkan, dialog ini digelar sesaat setelah Djoko meninggalkan ruang pelantikan.
Aktivis BEM UI memang menunggui prosesi pelantikan dan serah terima jabatan (sertijab) di Gedung D lantai tiga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Selasa (14/8/2012). Begitu prosesi usai, Djoko mengajak keempat anggota BEM UI tersebut untuk berdialog.
Menurut Djoko, pertemuan ini merupakan perkenalan awal. Dalam pertemuan perdananya sebagai Pjs rektor UI tersebut, Djoko memaparkan rencana umumnya sepanjang masa jabatan Agustus- Oktober ini. Salah satunya, Djoko membahas mengenai penetapan UI sebagai PTN-BA dalam Undang-Undang (UU). "Dalam kesempatan ini, kita akan perbincangkan mengenai isinya," ujar Djoko.
Salah seorang anggota BEM UI yang hadir, Ody, meminta Djoko mengesampingkan terlebih dahulu urusan hukum di masa transisi ini.
"Untuk urusan hukum bisa tidak, Pak, dipause dulu. Karena, mengingat suasana UI yang masih belum stabil," kata Ody.
Ketua BEM UI Faldo Maldini yang datang terlambat dalam diskusi itu menyampaikan "tuntutan" BEM kepada Pjs rektor UI. Tuntutan pertama, kata Faldo, menjaga perbaikan administrasi, mengenai masalah ijazah dan pemberhentian dekan-dekan.
"Kedua, menetralkan kembali suasana di UI," tuturnya.
Faldo menegaskan, pihaknya akan tetap memantau kinerja Djoko sebagai Pjs rektor UI hingga terpilihnya rektor definitif UI.
Sebagai pihak yang "dituntut", Djoko pun menerima dua tuntutan tersebut. Menurut Djoko, apa pun tuntutan BEM dan mahasiswa pasti akan terwujud. "Tetapi prosesnya butuh waktu. Kita lihat saja hingga nanti terpilih rektor baru yang memimpin UI," imbuhnya.











0 komentar:
Posting Komentar