Red Hat Telurkan Sistem Virtualisasi Ekonomis untuk Perusahaan
JAKARTA - Red Hat mengincar pasar Indonesia dengan meluncurkan sistem virtualisasi dengan harga yang relatif murah dari perusahaan penyedia peranti lunak lainnya. Ialah RHEV yang ditelurkan Red Hat untuk mencari peruntungan di pasar Indonesia. Saat mengadakan media seasion di bilangan Sudirman, Jakarta (25/7/2012), General Manager ASEAN Red Hat Damien Wong mengungkapkan, kesempatan perusahaan yang bermarkas di Raleigh tersebut melihat pasar Indonesia masih terbuka lebar.
"Melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tinggi. Kami melihat banyak perusahaan di Indonesia yang membutuhkan sistem virtualisasi", ujar Wong. "Saat ini teknologi informasi merupakan elemen penting dalam sebuah perusahaan. Namun terkadang perusahaan harus merogoh kocek lebih dalam. Oleh karena itu kami meluncurkan RHEV yang memberikan solusi sistem virtualisasi yang terjangkau," imbuhnya.
Melalui penggunaan sistem virtualisasi, perusahaan dapat melakukan pemangkasan biaya pada server. Dengan demikian beberapa sistem operasi dapat berjalan bersamaan dalam satu unit CPU. "Dengan menggunakan RHEV, Perusahaan dapat menghemat anggaran belanja teknologi informasi, selain murah produk kami tentunya memiliki kualitas yang baik dan mumpuni," jelasnya.
Saat ini ratusan perusahaan di Indonesia menggunakan sistem virtualisasi ini dari berbagai sektor seperti finansial, telekomunikasi dan pemerintahan. Selama berkiprah sebagai perusahaan penyedia software berbasis open source. Saat ini penggunaan sistem operasi Red Hat Enterprise Linux telah memiliki 2.5 juta pelanggan secara global. Red Hat mengeluarkan jajaran produk seperti storage (penyimpanan), platform, middleware, services, cloud (komputasi awan) dan virtualisasi.











0 komentar:
Posting Komentar