Satelit Telkom-3 Jadi Sampah Antariksa
JAKARTA - Satelit Telkom-3 yang gagal diluncurkan telah diketahui melayang di ketinggian maksimum 5.014 kilometer, berdasarkan preliminary calculation ISS Reshetnev. Kini satelit tersebut bisa saja jadi sampah antariksa.
Profesor astronomi Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN), Thomas Djamaluddin berpendapat Telkom-3 tidak bisa digunakan lagi. Kalaupun diusahakan untuk menangkap satelit tersebut di luar angkasa, prosesnya akan sangat rumit.
Dia menerangkan satelit tersebut gagal mencapai orbit geostationer dan tertahan di orbit 200 x 5000 kilometer. Roket pendorong GSO-nya pun mati. "Jadi masih jauh dari lokasi penempatan sesungguhnya. Dilihat dari lokasinya, tidak mungkin mengirimkannya lagi ke orbit, jadi sampah antariksa," ujarnya ketika dihubungi Okezone, Jumat (10/8/2012).
Thomas mengungkap, Indonesia juga pernah mengalami kejadian yang mirip pada peluncuran satelit Palapa B-2. "Indonesia juga pernah gagal pada peluncuran Palapa B-2, tapi karena berada di orbit yang biasa dilintasi space shuttle, beberapa bulan kemudian satelit itu bisa diambil di misi berikutnya, kemudian diperbaiki dan luncurkan kembali," paparnya.
Posisi Telkom-3 saat ini masih jauh dari ketinggian orbit yang diharapkan yaitu 36.000 kilometer. Sebelum hasil preliminary calculation diterima, Telkom menyatakan telah mengambil langkah-langkah penanganan emergency dan urgency untuk menjamin pelayanan dan operasional telekomunikasi kepada pelanggan tidak terganggu karena.
Selain itu, dari sisi keuangan, kejadian anomali peluncuran Satelit Telkom-3 juga tidak akan memberikan dampak signifikan, karena telah diasuransikan secara penuh.











0 komentar:
Posting Komentar