Peduli Kampus, Dua Mahasiswa Lakukan Pengomposan


Foto : Asia News Network (ANN)

MALAYSIA - Tumpukan sampah di kampus membuat dua mahasiswa Universiti Malaya (UM), Kuala Lumpur tidak berdiam diri. Mereka melakukan upaya pengolahan limbah melalui pengomposan.

Atas inisiatif sendiri, Jaron Keng dan Ng Chee Guan berhasil mengolah setidaknya 200 kg limbah makanan setiap hari dari tumpukan yang dihasilkan oleh mahasiswa di kampus seluas 309 ha itu. Meskipun jumlah itu terbilang kecil dibandingkan dengan jumlah total sampah yang masih akan dikirim ke TPA, kedua pemuda asal Perak, Malaysia itu memperoleh banyak kepuasan atas tindakan mereka untuk lingkungan.

"Kami melakukan ini terutama untuk bersenang-senang dan tidak berhubungan dengan perkuliahan kami. Sebagai mahasiswa jurusan Teknik, kami berpikir panjang dan keras tentang bagaimana berkontribusi untuk universitas," kata Ng. Demikian, seperti dikutip dari Asia News Network, Jumat (24/8/2012).

Motivasi mereka dalam melakukan tindakan ini ternyata cukup sederhana. Mereka tidak bisa menerima bahwa sebagian besar (45 persen) lahan kampus berupa limbah makanan. Padahal, ketika makanan terurai dalam kondisi oksigen rendah yang biasanya ditemui di tempat pembuangan sampah akan menghasilkan metana, gas rumah kaca yang berbahaya yang 21 kali lebih kuat dari karbon dioksida, serta lindi yang mungkin mencemari air tanah.

Pada sebuah studi yang ditugaskan oleh Kementerian Perumahan Pemerintah dan Daerah (MHLG) pada 2011 ditemukan bahwa sebesar 1.645 ton limbah makanan dihasilkan secara nasional setiap hari. Maka, para mahasiswa yang didukung oleh kelompok yang berdedikasi relawan dari fakultas mereka membahas Proyek Sampah Organik Diversion pada Oktober 2009 untuk kampus UM.

Pengomposan sampah makanan akhirnya dimulai September 2011. Penundaan itu disebabkan oleh kebutuhan untuk memperoleh pendanaan, persetujuan, pengadaan stakeholder yang melibatkan administrasi universitas, dan enam ruangan yang memiliki dapur pusat.

Keng (25) memulai proyek ini setelah lulus dengan gelar di bidang Teknik Lingkungan pada 2010. Saat ini dia tengah mengikuti program Master dalam kebijakan publik di Institut UM jurusan Kebijakan Publik dan Manajemen. Sementara Ng (26) tengah melanjutkan studi untuk meraih gelar PhD di bidang teknologi lingkungan di Fakultas Teknik UM.

Menurut Keng, limbah sisa makanan merupakan penyumbang sampah terbesar di Malaysia. "Sampah makanan merupakan komponen utama dan masalah dalam pengelolaan limbah padat perkotaan di Malaysia," kata Keng.

Usaha dua sekawan ini dalam melakukan penghijauan kampus dimulai saat hari kelulusannya dari Fakultas Teknik. Saat itu, ketika dia dan Ng mengumumkan gagasan sistem pemilahan sampah untuk memfasilitasi daur ulang.

Sistem ini disebut PRO Bin, dengan "P" mewakili kertas (paper), "R" adalah daur ulang (recycle), dan "O" adalah limbah lainnya (other waste). The Bin PRO kini digunakan di seluruh kampus, di bawah pengawasan seorang ahli dalam pengelolaan limbah padat, yakni Sumiani Yusoff dari departemen Teknik Sipil.

posted under |

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

Followers

    Advertise


Recent Comments