Meracik Kulit Jeruk Jadi Obat Antinyamuk


Image: Corbis

YOGYAKARTA - Zat kimia sintetik yang terkandung dalam obat antinyamuk di pasaran diduga kurang aman bagi kesehatan manusia. Belum lagi ada beberapa jenis obat nyamuk yang memerlukan energi listrik. 

Nah, sebentar lagi masyarakat sepertinya tidak akan lagi menghadapi masalah tersebut karena telah diciptakan inovasi obat antinyamuk dari limbah kulit jeruk, minyak cengkeh, dan minyak kayu putih. Inovator pembunuh dan pengusir nyamuk tersebut ialah Mary Fitriyah dan Latifatul Istichomah, mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta. Keduanya juga meracik agar obat antinyamuk yang rencananya diproduksi dalam bentuk tablet ini bisa menyublim dengan sendirinya. 

"Bahkan obat antinyamuk rancangan kami ini nantinya bisa multifungsi sebagai aromaterapi karena mengandung ketiga aroma yang menjadi bahan baku utamanya. Dengan obat antinyamuk ini penggunanya tidak perlu lagi mengeluarkan biaya energi dan tidak mengganggu kesehatan," kata Mary, kemarin.

Ide awal pembuatan obat antinyamuk aromaterapi tersebut berasal dari keprihatinan mereka melihat banyaknya kasus demam berdarah dan malaria di Indonesia. Menurut WHO, Indonesia pada 2011 lalu menduduki peringkat tertinggi di ASEAN untuk kasus demam berdarah. Dari rata-rata 1.300 kasus demam berdarah yang terjadi dalam setahun, 700 penderita di antaranya meninggal dunia.

"Sampai saat ini obat nyamuk kami belum diproduksi untuk komersial. Awal 2013 nanti kami produksi dan pasarkan. Ukuran obat nyamuk kami nanti kira-kira sebesar kapur barus," katanya. 

Bahan yang digunakan dalam tablet obat nyamuk memiliki kandungan yang terbukti mampu mengusir nyamuk. Seperti pada kulit jeruk, terkandung zat yang disebut limonen dengan persentase 92–94 persen. Zat ini berfungsi sebagai antinyamuk karena mampu membunuh nyamuk. Lalu, minyak cengkeh terkandung oleum cariophylen yang juga sebagai antinyamuk dan bisa dijadikan aromaterapi, begitu juga minyak kayu putih yang memiliki kandungan oleum cajupuli. 

Satu tablet obat nyamuk ini, ujar Mary, efektif mampu mengusir nyamuk di ruangan seluas 3 x 3 meter dalam waktu 8–12 jam. Dengan ongkos produksi sekira Rp500/tablet, mereka membanderol harga jual Rp1.000/tablet. 

Latifatul menambahkan, cara membuat obat antinyamuk alami ala keduanya cukup mudah. Komposisi dari ketiga bahan baku pembuatannya hanya digunakan dua persen untuk masing-masing bahan. Lalu, bahan dicampur bersama karagenan yang berfungsi sebagai bahan pengikat dan agen sustenrilis yang menghambat pelepasan zat secara langsung sehingga mampu bertahan lama. Karena sifat karagenan yang liat, setelah semua bahan tercampur, bahan langsung bisa dicetak sesuai keinginan dan dapat langsung digunakan.

posted under , |

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

Followers

    Advertise


Recent Comments