Mahasiswa Se-ASEAN Rumuskan Student Role


Foto : ITS

JAKARTA - Dua mahasiswa Institut Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mendapat kesempatan untuk menjadi perwakilan Indonesia dalam 2nd International Conference of ASEAN Young Leaders (ICAYL). Bersama para mahasiswa lain dari kawasan ASEAN, mereka membahas Students' Roles Toward ASEAN Community 2015.

Adalah, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITS Imron Gozali dan Menteri Hubungan Luar (Hublu) BEM ITS Hanif Azhar yang menjadi perwakilan ITS pada ajang yang berlangsung Thammasat University, Bangkok, Thailand, belum lama ini. Dari 10 negara ASEAN yang diundang, tiga negara berhalangan hadir, yaitu Laos, Brunei Darussalam, dan Filipina.

Pada ajang tersebut, bukan hanya Imron dan Hanif yang didapuk sebagai perwakilan Indonesia. ''Indonesia mengirim delegasi terbanyak dibandingkan dengan negara ASEAN lain, yakni 10 mahasiswa,'' kata Imron, seperti dinukil dari ITS Online, Jumat (24/8/2012).

Tentu saja tidak semua mahasiswa diundang dalam ICAYL. Konferensi tahunan ini mengundang secara khusus mahasiswa yang aktif dalam student union di universitas-universitas terkemuka di ASEAN. Seluruh delegasi yang hadir berperan sebagai representasi gagasan mahasiswa dari tiap negara. ''Forum ini terbatas antara aktivis mahasiswa yang tergabung dalam BEM universitas di setiap negara,'' tandasnya.

Selama empat hari ICAYL membahas berbagai isu strategis seputar kondisi terkini di lingkungan ASEAN, yaitu hak asasi manusia dan demokrasi, tingkat standar pendidikan di ASEAN, serta dampak komunitas ekonomi ASEAN untuk industri kecil menengah. ''Berdasarkan ketiga isu tersebut, ICAYL membahas peran mahasiswa dalam mengawal kebijakan ASEAN ke depan,'' ungkap Imron.

Hanif Azhar menambahkan, hasil pembahasan ICAYL digunakan untuk menyusun draf pergerakan pemuda dan pengenalan budaya ASEAN. ''Secara konkret, ICAYL 2012 ini menghasilkan draf resolusi untuk ASEAN yang lebih baik dan bermartabat menuju ASEAN Community 2015,'' papar Hanif.

Kamudian, draft ICAYL ini akan diajukan kepada sekretariat ASEAN demi kemajuan serta perkembangan anggota ASEAN di masa depan. Harapannya, konferensi ini menjadi bagian dari sumbangsih mahasiswa ASEAN, terutama terhadap berlangsungnya kebijakan ASEAN ke depan.

Berawal dari ICAYL inilah, mahasiswa ASEAN dapat berperan aktif dalam mengawal kebijakan ASEAN di masa depan. "Konferensi ini meyakini bahwa mahasiswa mampu membawa perubahan dan inovasi dengan semangat kepemudaan untuk berkontribusi menuju visi ASEAN. Goal dari konferensi tersebut adalah merumuskan student role menuju ASEAN Community 2015,'' pungkas Imron.

ASEAN Community 2015 merupakan gagasan untuk menciptakan borderless atau ASEAN tanpa batas. ''Hal nyata yang kita rasakan sekarang adalah kita bisa menikmati bepergian ke seluruh negara ASEAN tanpa visa,'' imbuhnya.

ICAYL yang dimulai sejak tahun lalu diselenggarakan bergiliran oleh setiap negara di ASEAN. Pada 2013, ICAYL rencananya akan berlangsung di Kamboja. Kegiatan ini mendapat dukungan langsung dari sekretariat ASEAN dan Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia.

posted under |

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

Followers

    Advertise


Recent Comments