Hilirisasi Kelapa Sawit Jangan Sekedar Ekspor Produk Mentah


detail berita

JAKARTA - Indonesia merupakan produsen utama CPO (Crude Palm Oil) dunia dengan produksi mencapai 25 juta ton. Jumlah itu dihasilkan dari lahan perkebunan seluas 8,2 juta hektar yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. 

Sayangnya, dari produksi sebanyak itu hanya sebagian kecil yang dikonsumsi di dalam negeri.  Sebagian besar CPO tersebut di ekspor dalam bentuk mentah tanpa nilai tambah lebih lanjut. Hal ini menunjukkan bahwa investasi masih terkonsentrasi pada pengembangan perkebunan, sementara industri pengolahan atau hilirnya relatif masih terbatas.

Padahal CPO dan PKO (minyak inti sawit) sangat mudah diaplikasikan baik itu untuk bahan pangan, oleokimia maupun energi dan juga untuk substitusi produk petrokimia yang makin penting. Melihat masih maraknya ekspor mentah produk kelapa sawit, hilirisasi industri sawit pun menjadi keharusan. Hal ini diperkuat dengan adanya Peraturan Menteri Keuangan PMK 128 tahun 2011 dan MP3EI.

Menyadari kelapa sawit telah menjadi komoditas andalan dan telah menjadi salah satu tumpuan ekonomi di Indonesia, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah memiliki program yang mendukung pengembangan teknologinya yang mencakup teknologi hulu. 

Diantaranya rekayasa genetika sawit, penanggulangan penyakit ganoderma, kajian teknologi terkait untuk mendukung sustainability industri sawit, teknologi pengembangan produk turunan sawit dan teknologi pemanfaatan limbah dan produk samping industri sawit. 

Khusus untuk pengembangan produk turunan sawit, BPPT juga telah melakukan kajian pengembangan bio-lubrican, rubber processing aid untuk bahan penolong dalam pembuatan produk barang karet, bio-plasticizer sebagai pengganti senyawa phthalat yang banyak digunakan dalam pembuatan produk dari PVC. 

Untuk mendorong pertumbuhan industri hilir sawit lebih cepat, BPPT juga telah melakukan kerjasama dengan industri seperti PT Perkebunan Nusantara IV, dalam menyusun rencana pengembangan industri turunan sawit dan oleokimia. 

posted under , |

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

Followers

    Advertise


Recent Comments