Hasilkan Karya Fresh, Tyas Bawa ITS Ke Lima Besar


Foto : ITS

JAKARTA - Inovasi baru dalam dunia penjualan kembali hadir. Kini, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mampu membuat visual branding sebagai alat untuk memasarkan merek dalam negeri.

Dia adalah Tyas Ajeng Nastiti. Karya inovatif tersebut turut bersaing bersama puluhan karya lainnya dalam ajang mahasiswa berprestasi nasional (Mawapresnas) 2012. Perhelatan tahunan besutan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Dikti) sebagai wadah pengembangan diri bagi mahasiswa yang terus berinovasi itu berlangsung di Hotel Inna Garuda, Yogyakarta.

Tyas mengaku, sangat tidak menyangka bisa mewakili ITS ke dalam ajang Mawapresnas 2012. "Di sini tidak hanya hasil karya kita saja yang dilihat, tapi juga segala tindak tanduk kita saat mengikuti pelatihan juga diawasi panitia," ungkap Tyas, seperti dilansir dari laman ITS Online, Jumat (24/8/2012).

Tidak hanya itu, lanjut Tyas, seluruh finalis Mawapresnas 2012 juga dituntut untuk menguasai berbagai bidang. "Kami semua diminta untuk unjuk gigi, mulai dari kegiatan ekstrakurikuler, bahasa Inggris, sampai psikotes juga dilihat. Setiap aspek memiliki skor maksimal 600 poin," ujarnya.

Gadis peraih medali perak poster Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2011 juga menyebutkan, para juri mengakui jika karyanya sangat orisinil. "Jurinya bilang, visual branding ini adalah penemuan yang fresh. Jika sebelumnya banyak yang mengangkat tema sosial, saya berani membawa tema visual branding," katanya menjelaskan.

Tyas mengungkap, penemuannya di bidang desain dan industri ini terinspirasi dari pengalaman pribadinya saat mengunjungi pabrik sepatu ternama di Krian, Sidoarjo, Jawa Timur. "Saya kaget waktu mengetahui bahwa produk mereka ternyata dikirim ke luar negeri, kemudian dijual kembali dengan merek tenar, seperti Nike dan Zara," papar gadis asli Surabaya tersebut.

Menurut Tyas, kajian visual branding yang diangkatnya ini merupakan usaha untuk mendongkrak produk baru agar mudah dikenal dipasaran.  "Melalui iklan misalnya, namun tidak sembarang iklan. Promosi yang dilakukan harus menarik secara visual serta mengena di hati, agar produk tersebut punya merek, dikenal, diingat dan menjadi pilihan konsumen," bebernya.

Tidak hanya apresiasi yang tinggi yang didapatkan Tyas melalui penemuannya yang fresh itu. Namun, visual branding karya Tyas berhasil mengantarkan ITS ke posisi lima besar dalam ajang bergensi tersebut.

posted under |

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

Followers

    Advertise


Recent Comments